Cara Mengambil Keuntungan Jualan Sembako

Begini Cara Mengambil Keuntungan Jualan Sembako (Per Hari)

Posted on

Keuntungan.net – Meskipun toko swalayan modern menjamur di mana-mana, dagang sembako masih menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, baik di kota maupun di desa.

Tidak perlu menunggu modal besar. Berjualan sembako dengan cara mengecer pun berpeluang besar. Selain itu, cara mengambil keuntungan jualan sembako setiap hari pun cukup mudah, sehingga cocok bagi pemula.

Nah, berikut kami berikan beberapa cara yang dapat disesuaikan dengan gaya pengelolaan usaha kamu. Semua cara di bawah ini sudah diterapkan oleh para pelaku usaha sembako eceran berpengalaman saat mereka baru memulai usaha.

Cara Mengambil Keuntungan Jualan Sembako Eceran

Jualan Sembako

Ada 2 cara mengambil keuntungan dari berjualan sembako, yaitu keuntungan per hari dan berdasarkan jenis barang. Berikut penjabarannya:

1. Menghitung Keuntungan Jualan Sembako Harian

Berikut langkah-langkah menentukan keuntungan jualan sembako dengan penghitungan sederhana yang cocok bagi pemula.

  • Catat setiap barang yang terjual
  • Jumlah semua pendapatan penjualan setelah menutup toko
  • Ambil keuntungan 5-20%
  • Bagi dua keuntungan untuk ditabung dan diputar kembali untuk modal usaha

Berikut contoh pembukuan penjualan sederhana.

noPendapatan
130.000
234.000
356.000
423.000
541.000
611.000
72.500
813.000
925.000
1029.000
Total264.500

Semisal, keuntungan hari pertama berjualan sebanyak Rp 264.000. Dari jumlah tersebut, ambil keuntungan antara 5-20%. Di sini kamu bisa mengambil gambaran dengan keuntungan 10%.

Keuntungan = Total Pendapatan Per Hari x 10% = Rp  264.500 x 10% = Rp 26.450

Dari jumlah keuntungan yang didapat, bagi menjadi dua. Misalnya, Rp 13.000 ditabung dan Rp 13.450 untuk uang menambah modal.

Baca juga: Begini Cara Mengambil Untung Jualan Sayur Sampai Cuan

2. Cara Mengambil Keuntungan Jualan Sembako Berdasarkan Jenis Barang

Selain cara di atas, kamu bisa menggunakan cara kedua, yaitu mengambil keuntungan berdasarkan jenis barang.

  • Barang yang cepat laku : 10% per item
  • Sembako per satuan : per kilo (telur) Rp 500, per liter (minyak goreng) Rp 500, per tabung (gas elpiji) Rp 1.000
  • Barang yang lakunya lama : 20-25%
  • Barang kardusan : Rp 1.000 per item

Untuk memudahkan kamu dalam menentukan harga jual yang menguntungkan menggunakan persentase, berikut kami berikan rumusnya.

  • PK (Pengambilan Keuntungan dalam Rupiah) = M (Modal) x P (Persentase yang diinginkan)/100

Contoh:

Harga modal sebungkus kecap berukuran kecil adalah Rp 1.300. Karena merupakan barang cepat laku, kamu menerapkan keuntungan 10% per item. Maka, harga jual ke konsumen adalah:

PK = M x P/100 = Rp 1.300 x 10/100 = Rp 130

Berarti, harga jualnya kecap per item sekitar Rp 1.300 + Rp 130 = Rp 1.430, dibulatkan ke atas menjadi Rp 1.500.

Sekilas, cara ini terlihat merepotkan karena menerapkan angka keuntungan yang berbeda untuk setiap jenis barang. Bagaimana cara menjumlah keuntungan secara keseluruhan?

  • Sebelum membuka toko, total jumlah sisa barang yang ada
  • Setelah toko tutup, hitung sisa stok yang tersisa berdasarkan jenis barang
  • Jumlah barang yang terjual dikali persentase keuntungan adalah jumlah keuntungan yang bisa kamu ambil

Berikut contohnya:

  • Jumlah stok kecap sebelum membuka toko : 30
  • Jumlah kecap yang terjual : 18
  • Keuntungan yang bisa diambil = Rp 200 x 18 = Rp 3.600

Lakukan penghitungan barang lainnya satu per satu, kemudian jumlah total keuntungan yang didapat.

Demikian cara mengambil keuntungan jualan sembako eceran per hari yang sederhana dan mudah diterapkan bagi pemula.

Semoga informasi ini dapat membantu kamu mencapai kesuksesan berbisnis toko sembako. Jangan pesimis melihat kecilnya keuntungan yang didapat. Meskipun kecil, total keuntungan yang didapatkan bisa menjanjikan ketika kuantitas penjualan yang besar.

Gravatar Image
Seorang pemuda biasa dari kampung yang kebetulan suka berselancar di dunia maya, khususnya blogger.

Leave a Reply

Your email address will not be published.